NEWS : | WELCOME TO INFO INDONESIA NEWS. SELAMAT DATANG DI KABAR INFO INDONESIA. | JABABEKA : RATUSAN BURUH PT EMI LAKUKAN AKSI UNJUK RASA TUNTUT KESEJATERAAN. | PEMKAB BEKASI DI MINTA APINDO MEMPERMUDAH MENGURUS PERIJINAN. | CIKARANG KOTA :LANTARAN KEPINGIN DAGANGANNYA LARIS, SEORANG IBU MUDA AKHIRNYA DICABULI OLEH SANG DUKUN CABUL . | PENGURUS PK GOLKAR SIAP DUKUNG DARIF MULAYANA SEBAGAI CALON BUPATI BEKASI . | KOTA BEKASI : SINDIKAT PENCURI RUMAH KOSONG DITANGKAP POLRES METRO BEKASI BERIKUT SENJATA API.

DI SATRONI PERAMPOK, UANG JUAL RUMAH RAIB DI BAWA KABUR



KOTA BEKASI- Beberapa kejadian perampokan akhir-akhir ini marak terjadi di wilayah hukum Kota Bekasi. Dalam melakukan aksinya para pelaku tidak segan-segan menganiaya korbannya bahkan menghabisi nyawa korbannya jika menghalang-halangi pelaku dalam beraksi.
Hal itu dialami pasangan Dody Abdul hadi ( 65) pensiunan PLN Sunter Jakarta Utara dan istrinya Yayah Romlah (60) warga Jalan Keluarga Rt. 02/24 Keluarahan Kayuringin Jaya Kecamatan Bekasi Selatan Kota Bekasi siang tadi di satroni perampok siang tadi (17/02).  
Awalnya, korban kedatangan dua orang berperawakan gemuk tinggi dan memakai jaket dan mengendarai sepeda motor, berpura-pura sebagai petugas PLN yang biasa mengecek meteran. Tanpa ada rasa curiga istri korban langsung mempersilahkan pelaku masuk ke dalam rumanya. Saat di dalam rumah. Seorang pelaku langsung menodongkan pisau belati kearah tubuh Dody.
Pelaku meminta paksa uang dan barang berharga lainnya, tidak mau memberikan uang kedua pelaku menyumpal mulut Dody dengan kain, sementara istrinya lemas ketika melihat suaminya di todong pisau.
Manurut Anti ( 30) anak korban, ia di telepon ayahnya bahwa rumah ayahnya telah di rampok, kemudian bersama anaknya anti langsung datang kerumah orangtuanya itu. “Saya di telepon bapak dan pas saya lihat mulut bapak sudah di sumpal kain kalo ibu sudah lemas” tuturnya.
 Lebih lanjut kata anti, nampaknya pelaku sudah paham dengan kondisidi rumah dan aktifitas orangtuanya itu, terbukti sekitar jam 10 saat ayahnya hendak pergi para pelaku langsung mendatanginya. “Saat bapak mau pergi pelaku datang, dan ia tau bahwa bapak baru jual rumahnya di perumnas dua bekasi” kata anti sedih.
Kedua pelaku mengacak-acak kamar korban dan membongkar paksa lemari kayu korban menggunakan kampak. Di dalam laci terdapat uang sejumlah dua puluh juta rupiah sisa dari hasil penjualan rumah korban. Pelaku langusng kenguras habis uang tersebut. Tidak hanya itu, pelaku juga mempereteli perhiasan kalung, gelang dan cincin yang di kenakan istri korban.
Korban di tinggal begitu saja dalam keadan mulut tersumpal kain, sedangkan istrinya lemas nyaris pingsan di kamar. Petugas dari Polresta Bekasi dan Polsek Bekasi Selatan yang mendapat laporan, langsung melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas menyisir sidik jari korban di lemari dan pintu kamar rumah korban.
Menurut petugas pelaku sepertinya sudah tahu kondisi rumah dan aktifitas korbannya. “Keliatannya pelaku sudah hapal kebiasaan korban” kata salah seorang petugas.
Kedua pelaku kini berada di kantor Polisi untuk membuat laporan atas kejadian yang menimpa rumahnya itu. petugas kepolisian juga meminta kepada masyarakat agar berhati-hati jika akan meninggalkan rumahnya. Jangan lupa mengunci dan bila perlu memberitahukan kepada tetangga terdekat jika akan bepergian lama.
Kasus perampokan dan pencurian kini marak terjadi di wilayah hukum Kota Bekasi, meskipun demikian baru sedikit yang berhasil di ungkap oleh petugas kepolisian. Di harapkan petugas agar maksimal dalam  mengusut tuntas kasus yang belum terungkap guna memberikan rasa aman kepada masyarakat. (BPH)


RUMAH KEPALA DINAS BINAMARGA DAN TATA AIR KOTA BEKASI DI GELEDAH KPK



KOTA BEKASI- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah yang di duga rumah istri pertama Kepala Dinas Bina Marga dan Tat Air (DIBIMARTA) Kota Bekasi Agus Sofyan di Jembatan Kosong, Jalan Binaraga Rt. 10/08 No. 1, Kelurahan Pengasinan Kecamatan Rawa Lumbu Kota Bekasi rabu (17/02).
Dalam penggeledahan kali ini, petugas KPK disambut oleh istri Kepala Dinas, hal ini di lakukan petugas untuk mencari bukti-bukti pendukung lain dalam melengkapi Kasus Walikota Bekasi Muchtar Muhamad terkait penyuapan Piala Adipura dan pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja daerah (APBD) Kota Bekasi beberapa waktu lalu.
KPK langsung menggeledah seluruh kamar di dalam rumah Kepala Disbimarta tersebut, computer yang berada di rumah itu juga tidak luput dalam pemeriksaan petugas KPK. Dari hasil pemeriksaan itu petugas menyita beberapa Dokumen  guna di jadikan barang bukti.
Seorang Petugas Polisi dari Brimob besenjata lengkap mengamankan rumah Agus Sofyan, para wartawan yang mengikuti kegiatan penggeledahan tersebut tidak di perkenankan mengamblil gambar untuk mengabadikan momen itu. “Maaf mas tidak boleh di ambil gambarnya” kata suwondo polisi yang mengamankan rumah agus sofyan.
Pukul 17.00 Wib, para petugas KPK meninggalkan rumah Agus Sofyan, petugas membawa beberapa barang bukti. Namun petugas KPK tidak mau menjawab pertayaan wartawan yang telah menunggu lama di rumah Kepala Disbimarta itu. “Tanya saja kepada juru bicaranya nanti” jawab salah seorang petugas KPK sambil bergegas naik ke mobil.
Menurut  Agus, dirinya sudah mempunyai firasat bahwa KPK akan datang untuk memeriksa kantornya.  “Saya sudah ada feeling, karena  dinasnya besar”  Tutur agus.
Ia juga sempat di panggil KPK beberapa di lantai delapan Kantor KPK di Jalan Kuningan  beberapa waktu lalu sebagai saksi dalam kasus Walikota Bekasi.
Di tempat terpisah Sekertaris LKBH ICMI Kota Bekasi, H.Abdul Chalim Soebri, SH mengatakan penanganan kasus yang menjerat Walikota Bekasi oleh KPK di nilainya belum maksimal dan terkesan tebang pilih dalam menangani kasus. Karena penggeledahan ini hanya untuk kasusnya Walikota saja, sedangkan kasus APBD itu juga melibatkan Aggota DPRD Kota Bekasi yang ikut terlibat dalam pengesahan tersebut. “Anggota DPRD kota bekasi adalah yang menerima fee APBD kenapa tidak di periksa” tutur chalim.
Lebih lanjut chalim mengatakan, dalam kasus korupsi pasti ada yang menerima dan pemberinya, jika itu di lakukan oleh KPK akan membuat efek jera agar seseorang tidak berani untuk melakukan tindak pidan korupsi. “Jangan hanya walikota saja, bawahannya sebagai eksekutor dan legislatifnya juga ikut di periksa” tandas chalim.
Jika KPK akan bekerja maksimal menurut chalim, harus memberikan setengah dari wewenangnya untuk menindak lanjuti kasus tindak pidana korupsi kepada Kejaksaan Negeri dan Kepolisian untuk mengusut kasus di wilyah lain agar kasusnya tuntas hingga ke akar-akarnya. “Jika kejaksaan untuk membuat citra positif, agar lebih Proaktif berkomunikasi dengan KPK, dalam rangka membantu mengusut kasus korupsi sampai dengan tuntas” pungkasnya.
 Kini Masyarakat Indonesia umunya dan Kota Bekasi khususnya berharap kepada KPK untuk segera menegakkan supremasi hukum tanpa pandang bulu, hingga saat ini masyarakat masih mempercayakan lembaga hukum kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut tuntas kasus Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang masih terjadi di Negara kita. (BPH)


KPK GELEDAH KANTOR DINAS BINA MARGA KOTA BEKASI


KOTA BEKASI- Kasus Penyuapan Piala Adipura dan Penyelewengan Dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi Tahun 2010, yang telah menyeret Walikota Bekasi Muchtar Muhamad sebagai tersangkanya terus di tindak lanjuti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), penelusurannya terhadap pihak-pihak yang terkait, guna mengumpulkan bukti-bukti. Hal ini dilakukan oleh KPK untuk membuktikan keseriusanya dalam memberantas Kasus-kasus Korupsi yang telah merugikan Negara. Hal ini ditunjukan ketika melakukan penggeledahan oleh petugas KPK terhadap Kantor Dinas Binamarga dan Tata Air (BINAMARTA) Kota Bekasi yang berada di Perumahan Pondok Hijau, Bekasi Timur Kota Bekasi rabu siang (16/01).
Kepala Dinas Binamarga dan Tata Air Agus Sofyan yang di jemput petugas KPK di rumahnya, ketika sampai di kantornya dengan pengawalan petugas KPK terlihat sedikit gugup saat melangkah memasuki rungannya. Petugas KPK kemudian langsung melakukan penggeledahan dan pemeriksaan di dalam ruangan Kepala Dinas dan seluruh ruangan pegawai lain di kantor itu.
Penggeledahan di lakukan mulai Pukul 11 siang oleh Delapan Petugas KPK. Hal ini dilakukan mengumpulkan bukti-bukti untuk di jadikan barang bukti oleh KPK dalam menjerat Walikota Bekasi.
Dalam penggeledahan oleh KPK, beberapa para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Dinas Binamarta ini nampak tegang ketika parapetugas memasuki ruangan mereka satu persatu. Namun dalam ruangan itu petugas tidak menemukan barang bukti.
Gunawan Petugas KPK selaku Ketua Tim dalam kegiatan penggeledahan ini mengaku, bahwa penggeledahan ini terkait kasus Piala Adipura dan Penyelewengan Dana APBD Tahun 2010. Dalam penggeledahan kali ini petugas berhasil mengamankan beberapa barang bukti berupa Satu Unit Laptop, Dokumen, sejumlah Uang dan handphone milik Agus Sofyan. “Penggeledahan ini terkait kasus adipura dan APBD, barang bukti laptop dokumen kita sita sebagai barang bukti “ kata gunawan.
Pukul 16.00 Wib para petugas KPK dengan di kawal sorang Ptugas Kepolisian dari Brimob Kelapa dua, kemudian meninggalkan Kantor Binamarta dengan menumpangi dua mobil Avanza warna hitam bernopol B.1909UFR, B.1907UFR dan B.1043UFS. mereka langsung menuju kantor KPK di Kuningan Jakarta.
Setelah kegiatan penggeledahan oleh KPK, Kepala Dinas Binamarga dan Tata Air Kota Bekasi Agus Sofyan ketika di temui wartawan mengatakan kegiatan penggeledahan ini terkait Kasus yang melibatkan Walikota Bekasi. “Penggeledahan ini masih Normatif” jawab Agus sedikit tegang.
Agus juga membenarkan bahwa petugas KPK telah membawa Laptop, handphone dan beberapa dokumen dari ruangannya. “Beberapa dokumen itu adalah data kegiatan lelang di tahun 2010” tuturnya.
Sebelumnya Agus Sofyan juga pernah di panggil sebanyak tiga kali oleh KPK, dalam pemanggilan tersebut dirinya masih sebagai saksi dalam kasus yang melibatkan Sekda Kota Bekasi Chandra Utama, Hery Lukmantoro dan Walikota Bekasi Muchtar Muhamad.
Di duga dalam kasus Walikota Bekasi Kepala Dinas Binamarta Agus Sofyan, ikut terlibat dalam memuluskan Korupsi yang di lakukan oleh orang nomer satu di Kota Bekasi beberapa Waktu lalu. (BPH)


Sidak Dewan Ke PT Daeyu Indonesia Terkecoh


KAB BEKASI- Desakan  yang datang dari sejumlah buruh PT Daeyu Indonesia terkait
penonaktifan  (dirumahkan) beberapa waktu tanpa kejelasan, membuat anggota
Komisi D  DPRD Kabupaten Bekasi melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Jalan
Raya  Sultan Hasanudin, Kecamatan Tambun Selatan. Namun saja, hasil kunjungan 
tersebut sangat mengecewakan. Pasalnya, perusahaan tengah membuka  lowongan
kerja tersebut. 

Tidak diketahui sebelumnya oleh  ketujuh anggota Komisi D dalam melakukan sidak
ke PT DI, jika perusahaan  telah menempelkan pengumuman resmi lowongan kerja
untuk bidang Lingking  (menjahit) serta Kniking (merajut) Sweeter di tembok
security. Itikad  baik dari kunjungan Komisi D guna menyelesaikan perselisihan
antara  buruh dengan manajemen perusahaan, ternyata membuahkan kekecewaan.

"Jujur,  kami merasa kecewa kepada manajemen perusahaan. Dalam rapat dengan 
anggota komisi D, alasan mereka merumahkan karyawan secara tiga  gelombang
karena krisis produksi. Rata-rata yang bekerja tidak mempunyai  keahlian di
bidang lingking maupun kniking," sesal anggota Komisi D  DPRD Kabupaten Bekasi,
Muhtadi Muntaha usai pertemuan selama tiga jam  berlangsung.

Meski demikian, pihaknya akan kembali memanggil  manajemen guna penjelasan
lowongan kerja tersebut. "Satpam bilang, itu  pengumuman resmi dari manajemen,"
katanya.

Komisi D lainnya, HM  BN Holik Kodratollah menyesalkan hal demikian. Namun, akan 
ditindaklanjuti di komisi. "Jika disatu sisi ternyata ada penerimaan  lowongan
kerja, patut ditindaklanjuti," katanya.

Pihaknya akan  mendesak perusahaan untuk melakukan klarifikasi, apa yang
sebelumnya  disambut positif dengan antusias. "Kami akan menghubungi dinas
tenaga  kerja guna dilakukannya pembuktian lowongan kerja tersebut," katanya.

Dalam  lampiran satu lembar yang ditujukan kepada Kepala Disnaker Kabupaten 
Bekasi, tertulis sehubungan dengan tidak adanya order/pekerjaan di awal  tahun
2011, maka untuk sementara kami meliburkan ke 27 orang karyawan  kami terhitung
mulai tanggal 6 Januari 2011 dan selanjutnya di awal  Februari direncanakan akan
meliburkan kembali lebih kurang 97 orang yang  mana mereka akan
dipanggil/dipekerjakan kembali pada pertengahan bulan  Maret 2011. Adapun
upah/gaji selama di liburkan akan kami bayar 50  persen dari gaji pokok. 

"Setiap tahun ataupun awal tahun,  manajemen selalu melakukan menonaktifkan para
karyawan tanpa ada  keterangan tertulis," kata Serikat Buruh Garmen Tekstil dan
Sepatu  (SBGTS), Junaidin saat mendampingi 20 karyawan nonaktif yang rata-rata 
ibu rumah tangga dilokasi, kemarin.

Dikatakannya, merumahkan  karyawan itu merupakan salah satu siasat manajemen
perusahaan. Padahal,  order sweeter tidak mengalami menurunan produksi.
"Nyatanya, perusahaan  membuka lowongan kerja berpengalaman," jelas ini suatu
kebohongan  karyawan, ujarnya. (dharma)



FKMGA Desak Realisasikan Kebutuhan Masyarakat

KAB BEKASI-Sejumlah warga dari Forum  Komunikasi Masyarakat Graha Asri (FKMGA) Jababeka, Cikarang Baru,  mendesak pihak pengembang Jababeka serta PDAM segera merealisasikan  kebutuhan masyarakat perumahan.

"Kami menginginkan adanya  perbaikan jalan serta saluran air bersih dilingkungan
warga," kata Ketua  FKMGA Mujiyanto di Cikarang kemarin. Dalam rapat pertemuan  dengan Dirut Tehnik PDAM Bekasi serta Wakil LPPM Jababeka, diruang rapat  Komisi C, DPRD Kabupaten Bekasi, Mujiyanto mengatakan bahwa telah  mendesak pihak terkait segera merealisasikannya.

Insfrasturktur  jalan, katanya, sudah terlalu parah apalagi saat musim penghujan
tiba.  Akibatnya, banyak menimbulkan korban. "Ada yang terjatuh dari motor, sampai ibu hamil mengalami keguguran," katanya. Karena itu,  perbaikan jalan sepanjang delapan kilo meter masih menjadi tanggungjawab  pengembang Jababeka, mulai dari pintu gerbang sampai ke jalan gang  perumahan. "Katanya, dalam waktu dekat akan segera diperbaiki," Janji  dari LPPM tersebut, kata Mujiyanto.

Untuk air bersih, sambungnya,  masih dalam kondisi keruh. Padahal sangat menjadi
kebutuhan primer bagi  warga perumahan. "Sebab, sudah dua tahun terakhir ini
belum ada  tindakan PDAM Cabang Cikarang Baru," katanya.

Meski demikian,  pihaknya merasa puas dari hasil pertemuan tersebut. Karena,
telah  dilakukannya penandatangan notulen secara bersama. "Dua bulan akan 
dilakukan pengembang Jababeka, tiga bulan kedepan oleh PDAM Bekasi," 
pungkasnya. 

Komisi C berharap agar kesepakatan yang telah  ditandatangani bersama bisa
semaksimal mungkin merealisasikan proyek  pengerjaan tersebut. "Kita tunggu
saja, dalam waktu dua hingga tiga  bulan kedepannya," Kata anggota Komisi C
Fraksi Demokrat, Taih Minarno  saat dihubungi melalui telepon selulernya.
(dharma


SBI: SISWA MISKIN TIDAK BISA SEKOLAH


KOTA BEKASI- Sekolah bertaraf internasional (SBI) merupakan sebuah jenjang sekolah nasional di Indonesia dengan standar mutu Internasional. Proses belajar mengajar di sekolah ini menekankan pengembangan daya kreasi, inovasi dan eksperimentasi untuk memacu ide-ide baru yang belum pernah ada.
Sedangkan pengembangan SBI di Indonesia didasari oleh Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 50 Ayat 3. Ketentuannya, pemerintah didorong untuk mengembangkan satuan pendidikan yang bertaraf internasional.
Di samping itu, dalam menjadikan SBI, sebaiknya Pemerintah tidak menjadikan hal itu menjadi ajang (bisnis-red) atau kedekatan kepada Kepala Sekolah. Sarana dan prasarana sekolah harus juga harus mendukung dalam menjadikan SBI itu.
Sementara Pemerintah Derah Kabupaten Bekasi menjadikan SMKN 2 Cikarang Barat menjadi RSBI itu, di karenakan belum ada sekolah yang ada untuk di jadikan RSBI. Hanya karena Pemerintah ingin mempunyai RSBI di tunjuklah SMKN 2 menjadi RSBI.
Dalam proses RSBI dan SBI, sekolah mengajukan proposal kepada pemerintah, kemudian evaluasi dan di lihat apakah sekolah tersebut layak atau tidak oleh pemerintah. Di temui di sekolah (02/01), Hamid bendahara sekolah SMKN 2 mengatakan sekolah ini sebenarnya belum layak menjadi RSBI. “Kita tidak mengajukan proposal untuk SBI, seolah-oleh kitalah yang di tunjuk oleh pemerintah Babupaten Bekasi” ujar Hamid.
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Cikarang Barat, sebenarnya tidak layak untuk mengajukan RSBI atau SBI.sebab masih banyak kekurangan yang terdapat di sekolah itu, mulai dari lahan yang di miliki belum seluas 1500 meter, ruang kelas kecil, hingga peralatan praktek yang masih belum lengkap. Di tambah ruang kelas yang kurang dan tidak memiliki lampu sehingga kelas gelap.
Pihak sekolah juga mengeluh dengan anggaran dan BOS yang lambat di terima oleh sekolah. Masih banyak anggaran yang belum terserap sampai ke sekolah, dan banyaknya guru honor di SMKN 2. Dari 114  jumlah guru di sekolah sebanyak 65 guru yang sudah PNS dan 49 honor. Padahal ideal untuk menjadikan Sekolah Betaraf Internasional SBI, di antaranya tenaga pengajar atau pegawai di sekolah harus sudah PNS.
Di tempat terpisah,Wakil Kepala Sekolah SMKN 2 Cikarang Barat Salahudin juga mengeluh dengan bantuan yang di berikan baik dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun Pemda Kabupaten Bekasi yang kadang lambat. Di tambah lagi dalam pengerjaan renovasi kelas yang di kerjakan oleh pihak ketiga, pihak sekolah sama sekali tidak dilibatkan.”Mengenai bantuan, renovasi dan pengadaan perlengkapan kita gak di libatkan, itu di tunjuk langsung pemerintah. Kata salahudin.
Wakepsek bertubuh kecil ini juga merasa bangga dengan SMKN 2, karena sudah di libatkan dalam pengadaan peralatan yang bekerjasama dengan perusahaan merk komputer ternama di Indonesia. Kegiatan tersebut seperti perakitan Proyektor, Netbook yang di lakukan rakit oleh para siswanya. “Proyektor dan Netbook di rakit di sini dan hanya membutuhkan waktu setegah jam” kata salahudin dengan bangganya sambil menunjukkan contoh proyektor dan netbook hasil rakitan siswanya..
Namun dengan adanya RSBI dan SBI berbagai pandangan negative juga berdatangan. Salah satunya dari anggota Komisi D DPRD Kabupaten Bekasi Muhtadi Muntaha. Menurut anggota  DPRD dari fraksi PAN bahwa kosep RSBI belum berjalan semaksimal mungkin terhadap manajemen RSBI mamupun tenaga kerja atau guru.
Di satu sisi akan berdampak sekali kepada perbedaan kelas, dimana akan tercipta golongan antara RSBI dengan Regular “Dengan kata lain ada pergaulan yang membatasi ruang lingkup yakni si kaya dan si miskin. ”Sebaiknya siswa miskin yang berprestasi di terima di SBI” pungkas muhtadi.[] BHP 


Info Indonesia beri bantuan kepada warga Kampung Bulak Mangga


Kabupaten Bekasi- Kemiskinan adalah penyakit kronis yang selama berabad-abad tidak pernah terpecahkan dan menjadi momok menakutkan bagi sebagian orang. Potret kemiskinan di kabupaten bekasi seakan berbanding terbalik dengan pabrik-pabrik yang berdiri megah. Ditengah geliat kesombongan kawasan industri terselip cerita tentang kemiskinan yang kadang luput dari perhatian

Didesa sukatani, dengan luas area sekitar 585 hektar yang meliputi area persawahan 430 hektar, dan jumlah penduduk berkisar 7000 orang, seribu diantaranya hidup dalam garis kemiskinan. Seorang nenek bernama Kamisah (70 tahun) menghidupi tiga anak yatim piatu dengan bekerja sebagai buruh sawah, seperti umumnya warga desa lain yang hanya menjadi buruh sawah bagi para pemilik sawah.

“ sawah disini kebanyakan milik orang Jakarta dan bekasi, warga disini hanya jadi kuli saja” ujar Kamisah. 

Surat kabar umum Info Indonesia mengunjungi desa Suka asih Rabu (16/02/11) memberikan bantuan ala kadarnya  berupa selimut dan handuk kepada 40 KK,  warga desa sukaasih, kampung bulak mangga utara Rt/Rw 002/003 – kecamatan sukatani, kabupaten bekasi. Tanpa acara serah terima resmi dan hanya menghadirkan sekdes Drs Asmawih serta beberapa warga. Hal tersebut merupakan wujud kepedulian redaksi info Indonesia kepada warga kampung bulak mangga.


JALAN RUSAK BANYAK MAKAN KORBAN


KOTA BEKASI- Sebagian warga dan pedagang yang tinggal di jalan Nusantara Raya Perumnas tiga, Kelurahan Setia Mekar Kecamatan Bekasi Timur Kota Bekasi, mengeluh atas jalan yang rusak parah sepanjang tiga ratus meter.
Kerusakan jalan disebabkan banyak kendaraan bermuatan berat  yang melintas, mengakibatkan jalan yang di bangun oleh Perumnas itu cepat rusak karena tidak mampu menahan beban.  
Tidak hanya itu, akibat jalan tersebut para pedagang yang berada di pinggir sepanjang jalan ini sepi. Karena konsumen enggan untuk datang ke warung mereka karena becek. “dagangan saya sepi, sejak jalan ini rusak” ujar seorang pedagang warung rokok (31/01).
Ladi (20) yang biasa mengatur kendaraan di perempatan jalan ini juga mengeluh, karena pendapatannya sebagai Polisi Cepek berkurang. “biasanya saya bisa dapat tiga sampai empat puluh ribu setiap harinya, sekarang Cuma dapet lima ribu perak” kata ladi kesal.
Dinas Pekerjaan Umum Kota Bekasi sudah melakukan pengecoran jalan di sekitar jalan Nusantara Perumnas tiga tersebut, namun tidak sampai semuanya. “waktu ngecor jalan gak semuanya” jawab ladi.
Akihrnya para warga sekitar secara swadaya menguruk sisa jalan yang rusak tersebut menggunakan puing. Dengan di pungut uang sebesar 25 ribu rupiah, kemudian warga membeli batu kerikil dari matrial untuk menguruk, namun itu tidak bertahan lama. “malah sekarang keliatan kaya kubangan kerbau” sindir ladi pemuda asal Cirebon Jawa Tengah itu.
Kejadian ini sudah beberapa kali di laporkan oleh warga kepada kelurahan setempat, namun tidak ada respon dari petugas kelurahan. Karena tidak ditanggapi sebagian warga dan pedagang di sini beberapa waktu lalau pernah menaruh ikan dan memancing di kubangan itu. Hal ini di lakukan sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap Pemerintah Kota Bekasi karena tuntutan mereka tidak di penuhi.
Menurut para pedagang akibat jalan yang rusak selama empat bulan tersebut, telah banyak terjadi kecelakaan. Umumnya para pengendara motor yang banyak korbannya. Sebab mereka memilih jalan pinggir, justru di pinggir yang lebih dalam. Kedalamannya antara sepuluh hingga tiga puluh centi meter. Sandi (30) salah seorang pengendara mobil yang akan pulang ke Duran Jaya Kota Bekasi, terpaksa harus memutar balik kendaraannya dan berusaha mencari jalan alternative lain. “kalo lewat jala ini lebih cepat mas” jawab Sandi sambil memutar balik arah mobilnya.
Di akui warga, rutinitas banyak yang dilalui lewat jalan ini, Warga meminta kepada Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Pekejaan Umum, untuk segera memperbaikinya. sebab jalan ini merupakan salah satu jalan penghubung antara Kota dan Kabupaten Bekasi.
Jika tidak segera di perbaiki maka para warga dan pedagang  diperumahan itu, mengancam akan memblokir jalan agar tidak bisa di lalui para pengendara kendaraan.
Warga juga meminta kepada pihak ketiga yang ditunjuk untuk mengerjakan, agar bekerja secara professional. Biasanya jika proyek pemerintah, di kerjakan asal-asalan dan tidak sesuai dengan standar bestek. (BPH)


TUJUH PELAJAR TERSANGKA PENGEROYOKAN, DI TANGKAP POLISI


KOTA BEKASI- Tujuh tersangka HR, MS, AE, MY, NH, EH dan TR adalah pelaku pengeroyokan  yang telah menewaskan Andri Kuncoro (15), pelajar siswa kelas 1 SMK Mercusuar Jakarta Timur, saat terjadi tawuran di Jalan Ahmad Yani Kota Bekasi sabtu (01/02), di amankan petugas Polisi Resort  Kota (POLRESTA) Bekasi.
 Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan sebilah pedang samurai, gir, batu dan seragam  yang masih bernoda darah, sepatu dan buku-buku pelajaran milik korban. Para tersangka ini adalah  pelajar dari gabungan beberapa Sekolah Menengah Kejuruan swasta di Kota Bekasi, satu di antaranya merupakan Karyawan swasta.
HR salah seorang tersangka mengaku kejadian berawal ketika tersangka bersama rombongannya duduk-duduk di pinggir trotoar depan GOR Kota Bekasi. Tiba-tiba dari arah Tmur, Korban bersama teman-temannya melintas dan menantang rombongan tersangka dari dalam Angkutan Umum K 25. “Korban teriak dari angkot, woi.. siapa.. yang berani lawan ristek auri…risaoe” tutur HR sambil menundukkan kepala.
Kemudian mendengar teriakan itu, para tersangka mengejar angkot dan menyerang rombongan korban. Korban yang saat itu posisinya bergelantungan di pintu angkot langsung di tarik tersangka lainnya hingga terjatuh. “Korban saya timpuk dengan batu, teman-teman lain ada yang pukul pake gir, menendang dan nusuk dengan samurai” kata HR.
Melihat korban sudah tidak berdaya, para tersangka kemudian melariakan diri bersimbah darah. Korban di tolong oleh teman-temannya dan warga sekitar untuk di larikan ke RSUD Kota Bekasi. Sempat mendapat perawatan medis, akhirnya nyawa Andri Kuncoro Warga Kali Abang Tengah, RT 1/ 2, Bekasi Utara, Kota Bekasi tidak tertolong akibat pendarahan yang cukup parah.
Menurut petugas medis yang menangani, korban mengalami luka di bagian kepala mulut robek akibat terkena gir, tubuh korban ada bekas sabetan senjata tajam dan kepala korban pecah terkena batu.
Petugas yang mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada tawuran pelajar di jalan A. Yani, langsung meluncur ke Tempat Kejadian Pekara (TKP), di sana petugas menemukan bercak darah korban yang masih segar. Tidak jauh dari lokasi petugas langsung menyisir lokasi dan berhasil menangkap beberapa orang tersangka. Dari situ kemudian petugas melakukan pengembangan kasus tersebut, tidak kurang dari 24 jam  akhirnya para tersangka berhasil di tangkap di rumah mereka masing-masing tanpa perlawanan.
Pada saat di periksa petugas mereka membantah bahwa melakukan pengeroyokan, namun akhirnya tidak bisa mengelak setelah teman korban di hadirkan di ruang penyidik, dan mengaku semua perbuatan mereka di depan penyidik. “Saya awalnya membawa samurai untuk menjaga diri, pas ada kejadian itu saya gunakan alat itu” jawab TR pendek.
Menurut Kasat Reskrim Kompol Ade Ary Syam Indradi, S.H, S.Ik, mereka adalah pelaku pengeroyokan terhadap korban bernama Andri Kuncoro pelajar SMK Mercusuar. Mereka sudah merencanakan penyerangan terhadap rombongan sekolah korban dengan mempersiapkan berbagai senjata tajam. “Tersangka biasanya mencari sasaran dengan cara acak, hal itu karena rasa solidaritas sesama gabungan pelajara” katanya.
Lebih lanjut Kasat Reskrim mengatakan, bahwa selain di Jalan A. Yani, lokasi yang sering tejadi tawuran adalah, Jembatan layang Medan Satria dan Bulak Kapal Bekasi Timur Kota Bekasi.ia juga menghimbau kepada para pelajar, jika terbukti melakukan tawuran, pihaknya akan menindak tegas” pungkas kasat.
Para tersangka di ancam dengan pasal 170 ayat (1) (2) ke 3e KUHP pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, dengan penjara selama dua belas tahun penjara. Kepada TR tersangka yang membawa senjata tajam jenis samurai, di kenakan pasal 2 ayat (1) Undang undang Darurat No.12 tahun 1951 dengan hukuman lima tahun penjara.
Kasat menambahakan bahwa enam dari tujuh tersangka adalah masih di bawah umur, namun kita tetap mengenakan pasal untuk tindak pidana yang telah mereka perbuat. “Pasal itu tetap di kenakan, hanya tata caranya saja yang berbeda” tegas kasat.
Kini ke enam pelajar tersebut terancam putus sekolah, padahal sebentar lagi akan di selengarakan Ujian. Tersangka NH yang tercatat sebagai seorang karyawan perusahaan swasta, juga terancam di PHK oleh perusahaannya. “Saya menyesal telah melakukan ini” kata NH melas.
Tawuran pelajar di Kota Bekasi sering terjadi, pemicunya hanya karena masalah sepele. Korban luka sampai meninggal sudah banyak terjadi. Jika para pelajar gemar dengan aksi tawuran apalagi sampai membunuh, bagaimana masa depan para penerus bangsa ini. Di butuhkan peran serta semua pihak, mulai dari orang tua di rumah, guru di sekolah dan masyarakat di lingkungan. (BPH)


Komisi D Tidak Puas Pemanggilan Dirut RSUD


Kab. Bekasi- Pemanggilan Dirut RSUD Kabupaten Bekasi terkait pungutan liar (pungli) oleh oknum pegawainya bidang keperawatan terhadap pasien penderita hernia, tidak memuaskan beberapa anggota Komisi D. Disebabkan, tidak ada aturan yang mengikat.

"Dalam hal ini, dewan merasa tidak puas atas sanksi yang diberikan kepada oknum tersebut hanya berupa mutasi ke bidang lain," ujar anggota Komisi D DPRD Kabupaten Bekasi di Cikarang kemarin pagi, usai rapat klarifikasi pungli tersebut. 

Menurutnya, mutasi tidak akan memberikan efek jera. Seharusnya, sanksi yang tegas berupa pemecatan pegawai yang sengaja menyalahgunakan program jaminan kesehatan masyarakat maupun jaminan kesehatan daerah. "Ini baru satu orang yang terbukti, mungkin masih banyak lagi oknum rumah sakit," katanya.

Nabrih menekankan, guna meminimalisir penyalahgunaan program kesehatan masyarakat, sosialisasi kesehatan berupa spanduk maupun pamflet di rumah sakit hingga puskesmas. "Bila perlu dibuatkan kotak pengaduan bagi masyarakat," pinta Nabrih saat mengkritisi dihadapan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi.

Peristiwa itu terjadi akhir Januari 2011, terhadap pasien penderita hernia, Dadi Rohadi (54), warga Desa Karang Bahagia, Kecamatan Karang Bahagia. Ketidaktahuan pekerja lepas ini dalam pengurusan jamkesmas, membuatnya harus mengeluarkan biaya operasi sebesar Rp 810 ribu.

"Uang pasien telah dikembalikan oleh rumah sakit. Pasien sedang berobat jalan," ujar Dirut RSUD Kabupaten Bekasi, Suwarno SKM, MM.

Menepis anggapan sanksi pemecatan, Suwarno mengatakan sesuai dengan prosedur maka pihaknya melakukan mutasi ke bidang lain. Selanjutya, diberikan sanksi penurunan pangkat maupun penangguhan gaji berkala. "Kami sudah pernyataan kepada oknum pegawai berupa sanksi yang berat," kata Suwarno menjawab pertanyaan wartawan.

Suwarno menambahkan pihaknya sebelumnya telah melakukan sosialisasi kepada pegawai dilingkup rumah sakit bahwa tidak ada pungutan tersebut. "Kami akan melaksanakan anjuran dewan terkait media sosialisasi tersebut," demikian Suwarno. (dharma)


FKMGA Desak pengembang Jababeka serta PDAM Realisasikan Kebutuhan Masyarakat


KAB BEKASI- Sejumlah warga dari Forum  Komunikasi Masyarakat Graha Asri (FKMGA) Jababeka, Cikarang Baru,  mendesak pihak pengembang Jababeka serta PDAM segera merealisasikan  kebutuhan masyarakat perumahan.

"Kami menginginkan adanya  perbaikan jalan serta saluran air bersih dilingkungan
warga," kata Ketua  FKMGA Mujiyanto di Cikarang kemarin. Dalam rapat pertemuan  dengan Dirut Tehnik PDAM Bekasi serta Wakil LPPM Jababeka, diruang rapat  Komisi C, DPRD Kabupaten Bekasi, Mujiyanto mengatakan bahwa telah  mendesak pihak terkait segera merealisasikannya. Insfrasturktur  jalan, katanya, sudah terlalu parah apalagi saat musim penghujan tiba.  Akibatnya, banyak menimbulkan korban.
"Ada yang terjatuh dari motor, sampai ibu hamil mengalami keguguran," katanya. Karena itu,  perbaikan jalan sepanjang delapan kilo meter masih menjadi tanggungjawab  pengembang Jababeka, mulai dari pintu gerbang sampai ke jalan gang  perumahan. "Katanya, dalam waktu dekat akan segera diperbaiki," Janji  dari LPPM tersebut, kata Mujiyanto.

Untuk air bersih, sambungnya,  masih dalam kondisi keruh. Padahal sangat menjadi
kebutuhan primer bagi  warga perumahan. "Sebab, sudah dua tahun terakhir ini
belum ada  tindakan PDAM Cabang Cikarang Baru," katanya.

Meski demikian,  pihaknya merasa puas dari hasil pertemuan tersebut. Karena,
telah  dilakukannya penandatangan notulen secara bersama. "Dua bulan akan 
dilakukan pengembang Jababeka, tiga bulan kedepan oleh PDAM Bekasi," 
pungkasnya. 

Komisi C berharap agar kesepakatan yang telah  ditandatangani bersama bisa
semaksimal mungkin merealisasikan proyek  pengerjaan tersebut. "Kita tunggu
saja, dalam waktu dua hingga tiga  bulan kedepannya," Kata anggota Komisi C
Fraksi Demokrat, Taih Minarno  saat dihubungi melalui telepon selulernya.
(dharma)


Sidak DPRD Kab. Bekasi Ke PT Daeyu Indonesia Mengecewakan


KAB BEKASI- Desakan  yang datang dari sejumlah buruh PT Daeyu Indonesia terkait
penonaktifan (dirumahkan) tanpa kejelasan, membuat anggota Komisi D  DPRD Kabupaten Bekasi melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Jalan Raya  Sultan Hasanudin, Kecamatan Tambun Selatan.
hanya saja, hasil kunjungan  tersebut sangat mengecewakan. Pasalnya, perusahaan tengah membuka  lowongan kerja baru.
Tidak diketahui sebelumnya oleh  ketujuh anggota Komisi D dalam melakukan sidak
ke PT DI, jika perusahaan  telah menempelkan pengumuman resmi lowongan kerja
untuk bidang Lingking  (menjahit) serta Kniking (merajut) Sweeter di tembok
security. Itikad  baik dari kunjungan Komisi D guna menyelesaikan perselisihan
antara  buruh dengan manajemen perusahaa
n malah membuahkan kekecewaan.
"Jujur,  kami merasa kecewa kepada manajemen perusahaan. Dalam rapat dengan 
anggota komisi D, alasan mereka merumahkan karyawan secara tiga  gelombang
karena krisis produksi. Rata-rata yang bekerja tidak mempunyai  keahlian di
bidang lingking maupun kniking," sesal anggota Komisi D  DPRD Kabupaten Bekasi,
Muhtadi Muntaha usai pertemuan selama tiga jam  berlangsung. Meski demikian, pihaknya akan kembali memanggil  manajemen guna penjelasan lowongan kerja tersebut.
"Satpam bilang, itu  pengumuman resmi dari manajemen" katanya.
Komisi D lainnya, HM  BN Holik Kodratollah menyesalkan hal demikian. Namun, akan 
ditindaklanjuti di komisi. "Jika disatu sisi ternyata ada penerimaan  lowongan
kerja, patut ditindaklanjuti," katanya.
Pihaknya akan  mendesak perusahaan untuk melakukan klarifikasi, apa yang
sebelumnya  disambut positif dengan antusias. "Kami akan menghubungi dinas
tenaga  kerja guna dilakukannya pembuktian lowongan kerja tersebut," katanya.
Dalam  lampiran satu lembar yang ditujukan kepada Kepala Disnaker Kabupaten 
Bekasi, tertulis sehubungan dengan tidak adanya order/pekerjaan di awal  tahun
2011, maka untuk sementara kami meliburkan ke 27 orang karyawan  kami terhitung
mulai tanggal 6 Januari 2011 dan selanjutnya di awal  Februari direncanakan akan
meliburkan kembali lebih kurang 97 orang yang  mana mereka akan
dipanggil/dipekerjakan kembali pada pertengahan bulan  Maret 2011. Adapun
upah/gaji selama di liburkan akan kami bayar 50  persen dari gaji pokok. 

"Setiap tahun ataupun awal tahun,  manajemen selalu melakukan menonaktifkan para
karyawan tanpa ada  keterangan tertulis," kata Serikat Buruh Garmen Tekstil dan
Sepatu  (SBGTS), Junaidin saat mendampingi 20 karyawan nonaktif yang rata-rata 
ibu rumah tangga dilokasi, kemarin.

Dikatakannya, merumahkan  karyawan itu merupakan salah satu siasat manajemen
perusahaan. Padahal,  order sweeter tidak mengalami menurunan produksi.
"Nyatanya, perusahaan  membuka lowongan kerja berpengalaman," jelas ini suatu
kebohongan  karyawan, ujarnya. (dharma)


TAWURAN PELAJAR, 1 TEWAS


KOTA BEKASI-  Pelajaran berharga bagi kita semua terutama para orang tua yang memiliki anak pelajar, sebab sudah banyak korban jiwa melayang sia-sia akibat tawuran antar pelajar. Salah satu contoh , Andri Kuncoro (16) siswa Kelas 1 SMK Mercusuar Jakarta Timur, yang tewas di keroyok dalam tawuran di jalan A. Yani Kota Bekasi Sabtu (05/02).

Kejadian bermula saat korban bersama teman-temannya  menumpangi angkot K. 25 dari Rawa Panjang bekasi. Tepat di depan GOR Bekasi, korban yang saat itu bergelantungan  di pintu angkot, tiba-tiba di tarik puluhan pelajar yang telah menunggu rombongan siswa SMK Mercusuar tersebut di pinggir jalan.
Korban kemudian terjatuh, dan langsung dikeroyok oleh puluhan pelajar lain menggunakan senjata yang telah di persiapkan. Saat kejadian teman-teman korban tidak mampu melerai karena jumlah mereka lebih banyak. Korban yang di ketahui sudah tidak berdaya langsung di larikan ke RSUD Kota Bekasi oleh teman-temannya.
Saat di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Tim Medis langsung melakukan pertolongan kepada siswa yang tinggal di Kali Abang Tengah, RT 1/ 2, Bekasi Utara, Kota Bekasi ini. Korban mengalami luka robek di mulut, beberapa gigi putus, serta kepala bagian belakang korban pecah akibat hantaman gir, batu dan benda tumpul lainnya.
Berselang lima belas menit,  korban menghembuskan nafas setelah penanganan medis. Menurut petugas medis, luka korban cukup parah dan sudah banyak mengeluarkan darah di kepala. “ Luka parah korban di bagian belakang kepala dan mulut yang mengeluarkan banyak darah” jelas salah seorang petugas medis RSUD.
Keluarga dan ibu korban yang mendapat laporan anaknya tewas langsung mendatangi RSUD Kota Bekasi untuk memastikan apakah benar korban tersebut adalah Andri Kuncoro siswa pelajar SMK Mercusuar. Ibu korban nyaris pingsan ketika melihat anaknya sudah tidak bernyawa di ruang Kenanga kamar jenazah rumah sakit.
Petugas dari Polisi Resort Kota Bekasi (Polresta Bekasi) yang mendapat laporan adanya tawuran di jalan A.Yani, lansung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Di lokasi petugas meminta keterangan para saksi yang mengetahui peristiwa tragis yang telah menelan korban jiwa tersebut. Petugas kemudian melakukan penyisiran di lokasi dan menemukan bercak darah korban di jalan. Hingga kini petugas masih menyelidiki motif perkelahian pelajar yang telah merenggut nyawa pelajar SMK Mercusuar kelas satu itu.
Tawuran antar pelajar kerap terjadi di lokasi tersebut, biasanya masalah di picu oleh dari saling ejek atau masalah sepele lainnya. Tawuran pelajar yang terjadi di Jalan Ahmad Yani Kota Bekasi, sering berlangsung antara siang hingga sore hari. Sudah banyak korban luka bahkan meninggal akibat peristiwa tersebut. Padahal tidak jauh dari  lokasi kejadian, terdapat Pos Polisi, namun sayangnya para petugas yang berjaga di Pos Polisi tersebut sering kosong. (BPH)


DEMONTSRASI WARGA TERKAIT DUGAAN PENYEROBOTAN TANAH.


KOTA BEKASI- Para ahli waris bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) melakukan aksi di depan Kantor Pemasaran HDP (04/02) siang. Pasalnya pihak HDP diduga telah melakukan penyerobotan lahan seluas 7000, melakukan pengrusakan pagar dan pengerukan di atas atas tanah seluas 7000 meter lebih milik Alm. H. Tolo atau Tolib Bin Taba yang berada di jalan Pejuang Jaya Kelurahan Harapan Indah Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi, pada tanggal (29/01).
Dalam tuntutannya mereka meminta kepada Pihak HDP untuk segera membongkar plang HDP, dan mengusir orang-orang bayaran mereka di lahan itu. Sebab menurut mereka tindakan yang di lakukan HDP merupakan bentuk provokasi terhadap keluarga ahli waris.
Aksi yang di lakukan ahli waris bersama PMII sempat berupaya menerobos pagar besi kantor HDP yang di jaga ketat oleh puluhan petugas Keamanan Perumahan Kota Harapan Indah serta, gabungan petugas Polsek Medan Satria dan Polres Kota Bekasi. Hal tersebut di lakukan agar pihak HDP mau menemui mereka dan berdialog dengan para ahli waris, namun hingga aksi berakhir pihak perwakilan dari HDP enggan untuk menemui perwakilan dari mereka yang sudah menunggu lama di bawah guyuran hujan itu.
Menurut Rohaya (70) salah satu ahli waris dari Alm H. Tolo, ia tidak pernah menjual tanah tersebut. “Bapak saya dan ahli waris yang lain gak pernah menjual tanah itu kepada HDP, saya gak pernah di panggil oleh HDP, dan gak pernah tandatangan apapun, HDP udah rampok tanah saya” ujar Rohaya melas.
Ahli waris yang di dampingi kuasa hukumnya Efendi Hutapea, SH. MM mengatakan sesuai Keputusan Pengadilan Negeri bahwa Alm. H. Tolo atau Tolib Bin Taba melalui ahli warisnya adalah pemilik sah atas tanah tersebut. Hal itu di buktikan dengan Sertifikat Hak Milik yang di miliki ahli waris Nomor 6116 No. 133 Tahun 2008. “Jika memang HDP punya bukti kepemilikan surat tolong tunjukan kepada kami” kata Effendi.
Lebih lanjut effendi mengatakan HDP sudah mengerahkan seribu massa yang tidak tahu dari mana untuk menduduki lahan itu. Hal itu juga bentuk ancaman kepada keluarga ahli waris. “dengan di turunkannya orang-orang bayaran itu untuk menguasai lahan, juga membuat ketakutan pihak keluarga ahli waris” ujar Effendi.
Kejadian itu sudah di laporkan kepada pihak kepolisian, namun belum ada langkah yang di ambil oleh petugas. Padahal jelas menurut Efendi tindakan itu merupakan bentuk pelanggaran hukum yang di lakukan HDP kepada ahli waris. “Hal ini sudah di laporkan ke Polsek, Polres bahkan Polda Metro Jaya, tapi hingga kini orang-orang mereka masih ada di lahan itu” pungkas Efendi.
Jika dalam waktu dekat HDP tidak segera membongkar plang dan mengosongkan lahan itu, mereka mengancam akan menurukan massa lebih banyak lagi. Dan mereka akan melaporkan pihak HDP ke Satgas Mafia Hukum. (BPH)


Si Jago Merah kembali Lalap Rumah Warga


KOTA BEKASI- Sebuah rumah di jalan Belimbing Blok WA 4 Rt. 06/19 Kelurahan Pejuang Jaya Kecamatan Medan  Satria Kota Bekasi  siang tadi (04/02), ludes terbakar. Tiupan angin yang kencang membuat api  cepat menjalar dan langsung menghanguskan bangunan rumah yang sebagian terbuat dari kayu itu.
Menurut Casmi saksi mata, api tiba-tiba keluar dari kamar depan dan langsung membesar. “Saya lihat api keluar dari kamar mandi depan, lalu pemilik rumah teriak minta tolong” kata Casmi.
Casmi menambahkan, saat itu ia mengatahui  pemilik rumah bersama ketiga anak-anaknya yang masih kecil-kecil berada di dalam rumah saat kebakaran terjadi. “Saya menolong anaknya yang berusia 7 tahun dan membawanya keluar” ucap Casmi panik.
Di ketahui bahwa rumah tersebut baru di huni selama tiga bulan oleh Aleksander (33), bersama istrinya Novi (35) serta ketiga anaknya yang masih kecil. Saat kejadian Alek sedang bekerja, ia baru mendapatkan telepon dan mendapat kabar bahwa rumahnya kebakaran. “Saat kejadian saya sedang kerja, saya di telepon dan saya lihat rumah saya sudah seperti ini” ujar Alek pasrah.
Alek kemudian mencari barang yang dapat di selamatkan, beruntung ia dapat menemukan berangkas kecil yang di dalamnya berisi surat berharga dan uang. “Beruntung masih ada yang bisa di selamatkan” kata Alek.
Sementara Novi (35) istri Alek sempat nekat berusaha menerobos ke dalam rumah yang masih terbakar untuk meyelamatkan harta bendanya. Beruntung petugas pemadam dan warga dapat segera mencegah aksi nekat Novi tersebut. “Tolong selamatkan barang-barang saya di dalam pak” teriak Novi.
Novi kemudian di bawa ke salah satu rumah warga untuk di tenangkan, namun ia masih tidak menyangka bahwa rumah yang di huninya itu ludes terbakar. “ya tuhan tolong…” ucap Novi sambil menangis histeris.Dalam kebakaran tersebut tiga unit mobil pemadam kebakaran Kota Bekasi di kerahkan ke lokasi kabakaran. Puluhan petugas pamadam kebakaran di bantu warga sekitar berusaha memadamkan api. Namun api baru berhasil dijinakkan satu jam kemudian. Beruntung api tidak sempat menjalar kerumah warga yang berada di sebelahnya.
Petugas dari Polsek Medan Satria Kota Bekasi yang berada di lokasi kebakaran langsung menyelidiki penyebab terjadinya kebakaran. Petugas meminta keterangan beberapa saksi yang mengetahui kejadian tersebut. Dari lokasi petugas menemukan barang bukti berupa tabung gas elpiji ukuran 12 Kg dan 3 Kg yang sudah hangus terbakar. Namun petugas belum bisa menyimpulkan penyebab terjadinya kebakaran. “Kita masih menyelidiki dan mencari barang bukti” kata petugas Polsek Medan Satria.

Dalam kurun waktu dua bulan ini sudah beberapa kali terjadi  kebakaran di Kota Bekasi, penyebabnya kebanyakan dari hubungan arus pendek. Akibat kejadian tersebut kerugian harta benda dan materi banyak di alami oleh warga. Di harapkan kepada masyarkat agar waspada terhadap bahaya kebakaran,sebab kejadian seperti ini kapan saja bisa terjadi. (BPH)   



Puluhan Motor Balapan Liar di Amankan Polisi


Sebanyak 38 unit sepeda motor dari berbagai merek yang sering digunakan untuk balapan liar diamankan Polsek Tambun Bekasi Jawa Barat karena telah meresahkan warga yang melintas di jalan Sultan Hasanudin Tambun Kabupaten Bekasi.

Dari ke 38 unit sepeda motor, 10 diantaranya tidak memiliki surat-surat kendaraan lengkap terlebih kondisi kendaraan banyak yang sudah dirubah hingga tidak memakai plat nomer kendaraan.

"Hal ini terpaksa kami lakukan dengan mengerahkan sekitar 25 anggota karena bukan saja meresahkan warga yang melintas, tetapi menggangu ketenangan warga di sepanjang jalan Sultan Hasanudin Tambun Kabupaten Bekasi." ujar Kapolsek Tambun Kabupaten Bekasi, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sutriyono di ruang kerjanya senin 31/1/2011

Menurutnya, mereka biasa menggelar aksi balapan liar sekitar pukul 02.00 WIB dinihari sampai pukul 04.00 WIB pagi yang rata-rata dilakukan oleh kalangan pemuda dan tergolong masih berstatus pelajar yang sejauh ini belum dapat dipastikan apakah mereka menjadikan ajang tersebut sebagai sarana perjudian atau tidak.

"Memang agak sulit kami membuktikan dan terkadang aksi balapan liar ini muncul tidak secara rutin setiap sabtu malam minggunya." Imbuhnya

Dijelaskan Sutriyono, bagi mereka yang memiliki surat-surat kendaraan bermotornya tetap diharuskan mengisi sekaligus menandatangani surat perjanjian yang turut dihadirkan oleh orang tua mereka agar tidak mengulanginya lagi, sedangkan bagi kendaraan yang tidak dilengkapi surat-surat akan dikenakan sangsi sebagaimana prosedur yang berlaku.

Menyikapi hal ini,  operasi rutin lanjut Sutriyono terus dilakukan bukan saja terhadap balapan liar melainkan terhadap aksi kejahatan lainnya yang dianggap meresahkan masyarakat di wilayah Tambun Kabupaten Bekasi mengingat wilayah tambun merupakan salah satu wilayah rawan akan aksi kejahatan.[]CHO


RATUSAN LILIN HIASI KELENTENG JELANG IMLEK


KOTA BEKASI- Sebanyak ratusan lilin dan shio di persiapkan menjelang Hari Raya Imlek di klenteng HOK LAY KIONG di jalan Mayor Oking Bekasi Timur Kota Bekasi. Dominasi warna merah di tambah lilin yang bercorak menghiasi klenteng tua ini.
Menurut kepercayaan umat Konghucu, bahwa warna merah melambangkan keberuntungan dan lilin mengartikan penerang dalam kehidupan. Biasanya penyalaan lilin di lakukan tepat jam 12 malam oleh jemaat. Lilin tersebut di nyalakan tepat jam 12 malam. Para petugas di bawah naungan Yayasan Pancaran Vihara Tridarma, terus membersihkan klenteng untuk persiapan ibadah imlek nanti. Mulai dari lantai, patung di kerjakan oleh anggota yayasan. “Tradisi ini kita lakukan rutin tiap tahunnya, agar ibadahnya hikmat” kata Ko Asin.

Klenteng HOK LAY KIONG satu-satunya klenteng yang tertua yang ada di Kota Bekasi. Pada saat perayaan Imlek, ratusan jemaat etnis Tionghoa berkumpul dan beribadah di tempat ini. Setelah itu, pada malam harinya mereka biasanya melakukan konvoi mengelilingi Kota Bekasi, disertai dengan pagelaran barongsai saat perayaan nanti. Sementara itu sebagian umat berdatangan ke klenteng untuk membeli lilin (02/01). Berbagai ukuran lilin di jual oleh petugas klenteng, mulai dari ukuran kecil sampai ukuran tiga meter. Harganya pun bervariasi dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Menurut Ko Asin ukuran lilin yang di beli didasarkan dari kemampuan. “Kalo lagi berhasil atau penghasilannya lebih, biasanya mereka beli yang ukuran 1000 kaki (tiga meter-red)” ungkap Asin. (BPH)


Tindak Kekerasan Pelatih Oleh Taruna STTD



KAB BEKASI-Tindakan kekerasan kembali terjadi dilingkungan taruna. Kali ini, menimpa seorang pelatih Bidang Olahraga, Santoso (27), Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD), Jalan Raya Setu, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi.

Peristiwa itu terjadi Senin malam (31/01) pukul 20.30 wib, dikala kondisi lingkungan STTD sedang mengalami padam lampu. Sebagai tugas rutin kedisiplinan, dua pelatihan melakukan patroli pada jam malam, mulai dari ruang sekolah maupun pagar yang berbatasan dengan kampus. Malam itu, ditemukan tiga taruna yang terindikasi akan melompati pagar. Setelah diperingati pelatih tersebut, tiga taruna kembali ke serambi (asrama). "Menaruh curiga, korban sendirian langsung kembali mengecek, ternyata pelaku masih berada dilokasi. Akhirnya, terjadi kontak fisik yang mengakibatkan korban mengalami luka dibagian muka," kata Kepala Pusdiklat STTD, Sugihardjo, diruang kerjanya.

Sejauh ini, lanjut Sugiardjo, pihaknya telah mengkarantina pelaku sekaligus melakukan sangsi indisipliner terhadap pelanggaran berupa surat keputusan non aktif dari STTD secara tidak hormat. "Ditemukan dua pelanggaran, yakni melanggar perintah maupun tindakan pemukulan," terangnya.

Dikatakannya, berdasarkan instruksi Kementerian Perhubungan maupun Badan Perhubungan bahwa Kampus STTD menetapkan tidak adanya toleransi terhadap tindak kekerasan. "Hal ini adalah suatu tindakan kewaspadaan dari STTD berupa sangsi administrasi," jelasnya.

Sugiardjo menambahkan, pelaku Oni Rusdianto Lane (23) bukan merupakan taruna reguler melainkan taruna Diploma (D4) extention Jurusan Transportasi Darat yang sudah bekerja sebelumnya. "Statusnya telah bekerja di NTT, Kupang, dari D3 DLLAJ atau sarjana ekonomi sebelumnya," lanjutya.

Sementara, korban masih dalam perawatan intensif di Kamar 421 kelas 1, RS Karya Medika, Kecataman Tambun Selatan. []dharma



KONSEP PEMBANGUNAN PASAR SALAH, PENGELOLA BUNGKAM


KOTA BEKASI- Pedagang dan pemilik tanah di Pasar Tradisional Poncol Baru di jalan Letnan Arsyad Rt 01/16 Kelurahan Kayuringin Jaya Kecamatan Bekasi Selatan Kota Bekasi,hingga kini belum mendapatkan kejelasan status tanah yang mereka tempati. Awalnya pasar ini merupakan tanah sengketa antara Perumnas dengan salah satu warga Kayuringin Jaya. akhirnya di dalam proses hukum beberapa tahun lalu di Pengadilan Negeri Kota Bekasi Perum Perumnas di nyatakan menang dan berhak atas tanah tersebut.

Melihat kebutuhan masyarakat sekitar, kemudian perumnas bekerjasama dengan pihak pengelola mendirikan sebuah pasar tradisional. Pasar tersebut kini di kelola oleh Koperasi yang bernama BINA BANGSA. Namun kepemilikan tanahnya masih atas nama Perum Perumnas.

Sejak tahun 2008 hingga saat ini para pedagang yang berjualan di dalam pasar mengeluh,pasalnya toko mereka terhalang dengan toko yang berada di depannya,otomatis konsumen hanya membeli di kios luar. Sedangkan para pedagang sudah membeli kios senilai Rp 20 sampai Rp 60 juta rupiah per dua puluh tahunya akhirnya banyak yang tutup.

Tidak hanya itu warga yang membeli tanah Kavling di dekat pasar juga mempertanyakan status tanah seluas kurang lebih delapan ratus meter yang mereka tempati tersebut. ”Saya sudah membayar puluhan juta,tapi hinngga saat ini sertifikat tanah belum tau ada apa nggak” jelas salah seorang pedagang yang tidak mau di sebut namanya itu,para pedagang juga berharap kepada para pengurus pasar agar transparasi terkait status kios dan tanah.

Sementara itu Ketua Koperasi Bina Bangsa Haji Asmawi mengaku bahwa konsep awal dalam membangun pasar ini salah. “Dari awal konsepnya salah,harus tidak tertutup kios yang di belakang” sesal asmawi.
Di tempat berbeda ketika Info Indonesia mencoba mengkofirmasi terkait status tanah tersebut, dua orang  pengurus pasar yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkot Bekasi tidak mau memeberikan jawaban. “Kalo ada pedagang atau warga yang menanyakan status tanah kenapa gak datang langsung ke kantor pasar” jawab slamet sambil mengangkat kakinya di kursi.

Menurut mantan Lurah Kayuringin Jaya ini “Banyak kios yang tutup salah satunya mungkin salah dalam konsep  pembangunan awalnya” jelas slamet dengan sedikit angkuhnya itu.
Ia juga menambahkan seraya menutup pembicaraannya kepada info Indonesia. “Kios dan tanah di sini sudah bersertifikat” kelit slamet.

Para PNS di Kota Bekasi banyak yang melakukan pekerjaan sampingan. Hal ini terbukti dengan dua pengurus Pasar Tradisional Poncol Baru yang sering mangkir tersebut. Mereka lebih memilih menghabiskan waktunya di pasar dari pada harus masuk ke kantor. Hal itu telah melanggar peraturan Pemerintah Nomer 30 tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS).[]bhp.


Banyaknya Anggaran Tak Terserap, DPRD Rekomendasikan Ganti Kepala Dinas


Kabupaten Bekasi - DPRD Kabupaten Bekasi Jawa Jarat menyesalkan sikap instansi atau dinas terkait karena tidak menyerap anggaran pusat dan propinsi di tahun 2010 lalu yang berakibat terhambatnya pembangunan di wilayah Kabupaten Bekasi.

"Setelah kami  mengevaluasi kinerja mereka sepanjang tahun 2010 lalu, hampir seluruh anggaran tidak semuanya terserap dan tentunya nilainya cukup besar." ujar anggota Komisi B DPRD Kabupaten Bekasi, Daris sabtu 29/1/2011 yang enggan menyebutkan secara rinci nominalnya.

Daris menilai, dengan tidak terserapnya anggaran tersebut tentu masyarakat sangat dirugikan, apalagi sebelumnya dalam rapat musyawarah rencana pembangunan (musrembang) di Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi banyak dari mereka mengeluhkan masalah infrastruktur jalan desa yang masih banyak rusak serta masalah sarana pendikan yang minim maupun kondisi fisik sekolah yang sudah tidak layak.

"Memang sengaja kami undang masyarakat seperti para kepala sekolah terutama kepala sekolah SD dan SMP, bahkan salah satu kepala sekolah ada yang mengeluh karena kondisi sekolah sudah mirip dengan kandang ternak." papar Daris

Anehnya, menurut Daris para dinas tersebut banyak tidak sempat mengambil anggaran karena terbentur alasan waktu dan cuaca apalagi adanya ketakutan dari mereka jika menyerap anggaran itu yang nantinya tersandung hukum.

"Ini sangat tidak masuk akal, padahal jika anggaran itu dijalankan sesuai prosedur tidak mungkin jeratan hukum menimpanya" terang Daris seraya menyesalkan mental dinas yang kurang berani mengambil sikap.

Dalam hal ini, Daris berencana akan merekomendasikan kepada pimpinan dewan dan diteruskan kepada Bupati Bekasi, Sadudin untuk mengganti dinas-dinas yang dianggap tidak menyerap anggaran-anggaran baik dari propinsi maupun pusat karena percepatan pembangunan saat ini perlu dilakukan.

"Kami membawahi sekitar 6 dinas diantaranya, Disporbudpor, Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan serta Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bekasi, namun mengenai pendidikan kami pun tetap berkordinasi dengan komisi bersangkutan agar menjadi pembahasan bersama." Penjelasan Daris ketika ditemui Info Indonesia

DPRD Kabupaten Bekasi, lanjut Daris telah mengalokasikan dana bagi setiap pemerintah desa di Kabupaten Bekasi senilai 500 juta yang diambil dari APBD tahun 2011 dan diharapkan anggaran tersebut bisa dipergunakan sebaik mungkin demi memajukan desanya masing-masing.[]CHO


 

Info Indonesia Copyright © 2009-2011 sofyan is Designed by stringer