NEWS : | WELCOME TO INFO INDONESIA NEWS. SELAMAT DATANG DI KABAR INFO INDONESIA. | JABABEKA : RATUSAN BURUH PT EMI LAKUKAN AKSI UNJUK RASA TUNTUT KESEJATERAAN. | PEMKAB BEKASI DI MINTA APINDO MEMPERMUDAH MENGURUS PERIJINAN. | CIKARANG KOTA :LANTARAN KEPINGIN DAGANGANNYA LARIS, SEORANG IBU MUDA AKHIRNYA DICABULI OLEH SANG DUKUN CABUL . | PENGURUS PK GOLKAR SIAP DUKUNG DARIF MULAYANA SEBAGAI CALON BUPATI BEKASI . | KOTA BEKASI : SINDIKAT PENCURI RUMAH KOSONG DITANGKAP POLRES METRO BEKASI BERIKUT SENJATA API.

TIGA TERDAKWA PEMBUNUHAN WARTAWAN SUNTV DI VONIS BEBAS


Jakarta – Tiga terdakwa kasus pembunuhan jurnalis Sun TV Ridwan Salamun divonis bebas murni  , vonis tersebut membuat Dewan Pers kecewa.

“Kami sungguh tidak habis pikir kasus pembunuhan bisa bebas murni" kata anggota Dewan Pers Bekti Nugroho. Terkait vonis bebas itu, Dewan Pers berniat untuk membentuk tim investigasi gabungan bersama Polri dan Komnas Ham demi menindaklanjuti kasus tersebut.

"Kita akan berkoordinasi untuk membentuk tim investigasi gabungan, kalau perlu kita akan mengajak Polri dan Komnas HAM" kata anggota Dewan Pers Bekti Nugroho. Hal itu diagendakan untuk di putuskan dalam rapat pleno yang melibatkan seluruh anggota Dewan Pers.

Seperti diketahui, Ridwan dibunuh pada 21 Agustus 2010 di Desa FiditanKecamatan Dullah Utara, Kota Tual, Maluku ketika meliput bentrokan antarwarga di kompleks Banda Eli dan Dusun Mangun di Desa Fiditin, Kota Tual. Ridwan tewas akibat bacokan dan hantaman benda tumpul. Majelis hakim PN Tual memvonis bebas murni tiga terdakwa kasus pembunuhan jurnalis Sun TV, Ridwan Salamun. . Ironisnya lagi, majelis hakim memutuskan memulihkan hak-hak terdakwa dan memusnahkan barang bukti. (Jp009)


SINDIKAT CURAT DI BEKUK POLISI


KOTA BEKASI- Sindikat pencurian spesialis rumah kosong, di bekuk Petugas Jatanras Polresta Bekasi.  para pelaku sudah puluhan kali dalam melakukan aksinya di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
biasanya sebelum melakukan operasi, para pelaku terlebih dahulu mengamati tempat yang akan mereka curi. sasaran dari kawanan tersebut adalah rumah kosong dan matrial yang pintunya terbuat dari roling door. Kepen (34), Holik (26), Iwan (26)dan Agus (27), merupakan kelompok Sukabumi yang sebelumnya mencuri Toko matrial Sinar Usaha Baru milik Sani Hidayat yang berada di jalan Jatirangga No.2 Kel. Jatirangga Kec. Jatisampurna Kota Bekasi beberapa waktu lalu.para kawanan ini berhasil mencuri empat unit mesin pompa air.
dalam melakukan aksinya, para pelaku terlebih dahulu sudah mengamati lokasi yang akan di curi dan masing-masing pelaku mendapatkan tugas. Holik otak dari aksi tersebut mengaku sudah puluhan kali melakuakan pencurian di Bekasi. "Saya yang mencongkel, dan sudah beberapa kali melakukan" katanya sambil menyesali perbuatannya. sedangkan Kepen, Agus dan Iwan yang mengamati lokasi saat aksi berlangsung.
barang-barang hasil kejahatan para pelaku biasanya di jual kepada siapa saja dengan harga bervariasi. hasilnyamereka bagi-bagikan sesuai dengan tugas mereka, antara satu juta hingga satu setengah juta rupiah.
menurut Kasat Reskrim Polresta Bekasi, Kompol Ade Ary Syam Indradi, para pelaku berhasil di bekuk petugas berkat laporan dari masyarakat di daerah Kranggan Jatisanpurna Pondok Gede Kota Bekasi saat mengendarai sepeda motor. "Para pelaku berhasil kami tangkap ketika mengendarai sepeda motor" ujar ade.
dari penagkapan tersebut lanjut ade, petugas kemudian berhasil meangkap pelaku lannya di rumah kontarakan di sekitar TKP. "Namun satu orang lagi bernama Toyo yang di duga sebagai penadah barang haram hasil kejahatan tersangka masih buron" pungkas ade.
dari tangan pelaku petugas berhasil mengamankan empat unit mesin Pompa Air yang di curi dari Toko matrial Sinar Usaha Baru beserta linggis dan obeng sebagai alat untuk melakukan kejahatan. satu korek api gas berbentuk pistol juga ikut di amankan dari tangan tersangka. pistol korek api itu, di gunakan para pelaku untuk menakuti para korban-korbanya jika mengatahui aksi para pelaku.
kini ke empat tersangka harus mendekam di hotel prodeo Mapolresta Bekasi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. ke empat tersangka di ancam dengan Pasal 363 KUH Pidana, perkara Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun.
Di himbau kepada seluruh masyarakat khususnya warga Bekasi, agar selalu berhati-hati dan di pastikan dalam kondisi sudah terkunsi ketika akan meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, sebab kawanan pelaku pencuran rumah kosong seperti kelompok ini masih mengintai dan banyak berkeliaran di wilyah Bekasi. (BPH)


USAHA AGAR LARIS DUKUN BERTINDAK, KORBAN DI CABULI SANG DUKUN



Kab Bekasi – Agar Usaha bertambah laris, biasanya para pedagang melakukan trik-trik tertentu, misalnya dengan memasang spanduk, diskon atapun bonus-bonus tertentu, namun berberbeda dengan yang dilakukan Dian, 30th, ini.
Ibu muda yang membuka usaha warung kopi ini malah memperkerjakan Dukun sebagai alat untuk penglaris warungnya, alhasil warung kopinya terbukti ramai di datangi warga, tetapi warga yang datang kewarung kopi  bukan ingin mencicipi kopi bu dian, melainkan agar si dukun mencicipi bogem mentah para warga yang kesal dengan perbuatan cabul sang dukun.
Perbuatan Cabul sang dukun berawal dari dukun yang mengaku bernama Rokib, 40th, tersebut mampir di warung kopi bu dian yang berada di jalan Industri, Kampung Buni asih, Desa Cikarang Kota, kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. (08/03/11)
Lantaran sepi, pelaku kemudian menawarkan jasa kepada korban, dengan gaya bicara yng meyakinkan, akhirnya korban percaya dan menuruti permintaan sang Dukun. Dengan berbekal Daun sereh dan beras ketan hitam, korban di ajak naik sepeda motor pelaku mengitari kawasan  Jababeka.
Pengakuan korban saat di ajak berkeliling oleh pelaku, sang dukun sempat memaksa agar tangan korban memegang  kelamin sang dukun, dengan alas an itu sebagai salah satu syarat ritual.
Sesampai di warung kopi, korban di suruh menutup warungnya, pelaku kemudian menyuruh korban membuka semua baju yang di kenakan korban, ketika akan di tiduri mendadak suami korban bersama warga mendobrak pintu warung, tak ayal lagi pelaku mendapat bogem mentah dari suami dan warga.
Suami korban, Bambang Surya,36th, merasa sudah mulai curiga dengan gerak-gerik pelaku yang mengaku dukun tersebut, dia dan temannya sudah mengikuti sejak istrinya di ajak pergi oleh sang dukun  Palsu tersebut.
Petugas Polsek Cikarang Utara yang datang kelokasi kejadian langsung mengamankan pelaku dari keroyokan massa. Kasusnya kini ditangani PPA polresta Bekasi.(fyan)



PJTKI GELAPKAN UANG MILIARAN RUPIAH


KOTA BEKASI- Perusahaan Jasa Tenaga Kerja (PJKTI), PT Pandu Abdi Pertiwi yang beralamat di Jatimakmur, Pondok Gede, Kota Bekasi, dilaporkan oleh para korbannya ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Metro Kota Bekasi.

Ke empat korban tersebut  mengaku merasa ditipu oleh perusahaan, sebab uang jaminan untuk masuk kerja ke luar negeri yang mereka bayarkan hanya di kembalikan sebesar 20 persen, menurut mereka masih ada sebanyak 400 rekan mereka lagi yang bernasib sama.

Jika ditotal, seluruh uang jaminan ratusan tenaga kerja tersebut mencapai Rp 41miliar yang di dapat PT PAP tersebut.
"Saya bersama 400 orang calon tenaga kerja lain mengeluarkan uang masing-masing Rp 35juta. Yang Rp 25juta untuk keberangkatan dan Rp 10juta untuk jaminan bekerja di sebuah pabrik tekstil di Kota Taegu, Korea Selatan selama 3 tahun," ujar Suko Purwanto, salah seorang korban yang melapor ke Polres Bekasi, Jum'at (4/3).

Sementara itu menurut PT. PAP perjanjian antara Perusahaan dengan Karyawan ketika kontrak kerja  mereka selesai uang jaminan akan di kembalikan, namiun hingga kini  jaminan tersebut hanya di kembalikan sebesar 20 persen saja.

Ironisnya saat para tenaga kerja meminta sisa uang jaminan itu, pihak perusahaan haya menjanjikannya hingga kini, nalah mereka terkesan tidak takut dan menganggap hal itu biasa. Karena pemilik perusahaan mengaku dekat dengan para birokrat Pemda Kota Bekasi.

"Kemarin saya sudah berdiskusi lagi dengan PT Pandu Abdi Pertiwi, tapi mereka malah janji-janji lagi," kata Suko warga Bungurrejo, Banyuwangi Jatim tersebut.
Tidak hanya Suko, korban lain yang iut melapor ke Polresta Kota Bekasi adalah Tri Prasetya dan Trianto asal Klaten Jawa Tengah serta Pranyata asal Bantul Yogyakarta. Karena tak puas, akhirnya mereka memilih menempuh jalur hukum.
Kapolres Kota Bekasi, Kombes Imam Sugianto meminta semua korban segera melapor, terutama yang menjadi warga Kota Bekasi. Sementara warga luar Bekasi akan dilimpahkan sesuai daerah mereka masing-masing.

Biasanya para korban yang menjadi sasaran bagi para penyalur tenaga kerja nakal itu, warga yang tinggal di daerah, masyarakat di daerah rela untuk membayar uang jaminan asalkan bisa di terima bekerja di luar negeri.

PT. PJTKI di beberapa tempat di Kota Bekasi, banyak yang bermasalah. Mulai dari tidak memberatkan para tenaga kerjanya, tidak memiliki Ijin, membayar tenaga kerjanya tidak sesuai dengan Upah Minimum Regional (UMR) atau (UMP) sampai tidak memberikan hak kepada para tenaga kerjanya. Tidak sayangnya dengan maraknya kasus-kasus yang di lakukan oleh Jasa Tenaga Kerja di Kota Bekasi, hingga kini Pemerintah Daerah Kota bekasi Khususnya, belum memberikan sangsi atau mencabut ijinnya.

Di duga oknum dari Dinas terkait juga banyak yang bermain (dapat jatah-red), akibatnya mereka merasa sudah mendapatkan dukungan dari para Dinas tersebut. Di harapkan dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi segera menindak kasus-kasus yang terjadi saat ini. (JP010)  



60 JUTA UANG DI KANTOR BPN KOTA BEKASI, RAIB DI BAWA KABUR PERAMPOK


KOTA BEKASI- Perampokan terjadi di Kantor  Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bekasi di Jalan Chairil Anwar Kelurahan Margahayu Kali Malang Bekasi Timur, dini hari tadi (3/3).
Para pelaku mendatangi kantor tersebut menggunakan sebuah mobil mini bus, di duga kawanan itu berjumlah 10 orang dan membawa senjata tajam dalam melakukan aksinya. Kemudian para pelaku  berhasil melumpuhkan 3 orang Satpam yang sedang bertugas, dan 3 penjaga kantin dengan mengikat tangan mereka menggunakan seutas tali plastik.
Menurut salah seorang korban, pelaku menodongkan senjata tajam dan meminta untuk tidak berbuat macam, “Saya diancam akan di bunuh jika tidak mau menuruti (diam-red) oleh perampok” kata boim.
Sepertinya para pelaku sudah paham situasi Kantor tersebut, terbukti perampok dengan leluasa masuk dan langsung menuju ruangan Kaur Perencanaan di dalam ruangan Tata Usaha. Di ruangan itu, pelaku langsung mengacak-acak dokumen dan brangkas. “Setelah mengikat saya, pelaku langsung menuju ruangan kaur perencanaan” ujar boim.
Setelah mendapatkan hasil jarahannya, kawanan perampok langsung menuju mobil yang terpakir di area kantor dan pergi, serta meninggalkan para korbannya dalam posisi terikat tali tangannya.
Mendapatkan laporan adanya perampokan di Kantor BPN, Polisi dari Poleres Kota Bekasi, kemudian mendatangi lokasi kejadian. Anggota dari Identifikasi Polres Kota Bekasi kemudian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas mencari sidik jari dari kawanan perampok di ruangan itu.
Menurut Kasat Reskrim Polres Kota Bekasi, Kompol Ade Ary Syam Indradi, pelaku berhasil membawa sebuah brangkas yang berisi uang. “kerugian Uang di perkirakan 60 juta” ujar ade.
Polisi juga membawa CCTV yang berada di kantro tersebut, guna di jadikan barang bukti. Sebab dari rekaman itu, para pelaku sempat tertangkap kamera. Sementara beberapa korban lainnya juga di bawa kantor polisi untuk memberikan laporan.
Kasus perampokan akhir-akhir ini marak terjadi di Kota Bekasi, namun hingga kini baru sedikit para pelakunya yang tertangkap. Sasaran para pelaku tidak hanya tempat tinggal, di instansi Pemerintah pun seperti di kantor Pemda kota Bekasi juga rawan akan terjadinya pencurian.
Di himbau kepada masyarakat khususnya di Kota Bekasi, untuk waspada serta Profesionalisme dari para aparat kepolisian untuk segera dapat menangkap para pelakunya, agar masyarakat merasa aman.(jp010)


Tindak Kekerasan Kembali Terjadi Di Taruna STTD


KAB BEKASI-Tindakan kekerasan kembali terjadi dilingkungan taruna. Kali ini, menimpa seorang pelatih Bidang Olahraga, Santoso (27), Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD), Jalan Raya Setu, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi.

Peristiwa itu terjadi Senin malam (31/01) pukul 20.30 wib, dikala kondisi lingkungan STTD sedang mengalami padam lampu. Sebagai tugas rutin kedisiplinan, dua pelatihan melakukan patroli pada jam malam, mulai dari ruang sekolah maupun pagar yang berbatasan dengan kampus. Malam itu, ditemukan tiga taruna yang terindikasi akan melompati pagar. Setelah diperingati pelatih tersebut, tiga taruna kembali ke serambi (asrama). "Menaruh curiga, korban sendirian langsung kembali mengecek, ternyata pelaku masih berada dilokasi. Akhirnya, terjadi kontak fisik yang mengakibatkan korban mengalami luka dibagian muka," kata Kepala Pusdiklat STTD, Sugihardjo, diruang kerjanya.

Sejauh ini, lanjut Sugiardjo, pihaknya telah mengkarantina pelaku sekaligus melakukan sangsi indisipliner terhadap pelanggaran berupa surat keputusan non aktif dari STTD secara tidak hormat. "Ditemukan dua pelanggaran, yakni melanggar perintah maupun tindakan pemukulan," terangnya.

Dikatakannya, berdasarkan instruksi Kementerian Perhubungan maupun Badan Perhubungan bahwa Kampus STTD menetapkan tidak adanya toleransi terhadap tindak kekerasan. "Hal ini adalah suatu tindakan kewaspadaan dari STTD berupa sangsi administrasi," jelasnya.

Sugiardjo menambahkan, pelaku Oni Rusdianto Lane (23) bukan merupakan taruna reguler melainkan taruna Diploma (D4) extention Jurusan Transportasi Darat yang sudah bekerja sebelumnya. "Statusnya telah bekerja di NTT, Kupang, dari D3 DLLAJ atau sarjana ekonomi sebelumnya," lanjutya.

Sementara, korban masih dalam perawatan intensif di Kamar 421 kelas 1, RS Karya Medika, Kecataman Tambun Selatan. []dharma


Puluhan Motor Balapan Liar di Amankan Polisi


Sebanyak 38 unit sepeda motor dari berbagai merek yang sering digunakan untuk balapan liar diamankan Polsek Tambun Bekasi Jawa Barat karena telah meresahkan warga yang melintas di jalan Sultan Hasanudin Tambun Kabupaten Bekasi.

Dari ke 38 unit sepeda motor, 10 diantaranya tidak memiliki surat-surat kendaraan lengkap terlebih kondisi kendaraan banyak yang sudah dirubah hingga tidak memakai plat nomer kendaraan.

"Hal ini terpaksa kami lakukan dengan mengerahkan sekitar 25 anggota karena bukan saja meresahkan warga yang melintas, tetapi menggangu ketenangan warga di sepanjang jalan Sultan Hasanudin Tambun Kabupaten Bekasi." ujar Kapolsek Tambun Kabupaten Bekasi, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sutriyono di ruang kerjanya senin 31/1/2011

Menurutnya, mereka biasa menggelar aksi balapan liar sekitar pukul 02.00 WIB dinihari sampai pukul 04.00 WIB pagi yang rata-rata dilakukan oleh kalangan pemuda dan tergolong masih berstatus pelajar yang sejauh ini belum dapat dipastikan apakah mereka menjadikan ajang tersebut sebagai sarana perjudian atau tidak.

"Memang agak sulit kami membuktikan dan terkadang aksi balapan liar ini muncul tidak secara rutin setiap sabtu malam minggunya." Imbuhnya

Dijelaskan Sutriyono, bagi mereka yang memiliki surat-surat kendaraan bermotornya tetap diharuskan mengisi sekaligus menandatangani surat perjanjian yang turut dihadirkan oleh orang tua mereka agar tidak mengulanginya lagi, sedangkan bagi kendaraan yang tidak dilengkapi surat-surat akan dikenakan sangsi sebagaimana prosedur yang berlaku.

Menyikapi hal ini,  operasi rutin lanjut Sutriyono terus dilakukan bukan saja terhadap balapan liar melainkan terhadap aksi kejahatan lainnya yang dianggap meresahkan masyarakat di wilayah Tambun Kabupaten Bekasi mengingat wilayah tambun merupakan salah satu wilayah rawan akan aksi kejahatan.[]CHO


POTONGAN KEPALA MANUSIA GEMPARKAN WARGA BABELAN


KAB BEKASI- Warga Kampung Bebelan Kota, Rt 06/ 01 Gang Muhajirin 3, Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Di gemparkan dengan penemuan tengkorak di sebuah kebun kosong (01/02). 
Tengkorak kepala tersebut pertama di temukan oleh Dion (12) sepulang dari sekolah, kemudian ia melihat tengkorak kepala manusia.“Saya kira tempurung kelapa, ternyata kepala manusia” jawab Dion.
Siswa kelas 9 SDN Babelan satu ini sempat takut ketika melihat tengkorak itu. “Terus saya langsung bilang sama teman saya dan pak RT” ungkap Dion. Yasin Subur selaku ketua Rt yang mendapat laporan dari bocah SD itu mengatakan sebelumnya tidak ada tengkorak kepala manusia. “Saya tidak melihat ada tengkorak kepala sebelumnya” terang Yasin. Sebelumnya warga juga sempat melihat ada pengendara sepeda motor yang berboncengan melintas di lokasi di temukannya tengkorak tersebut, namun warga tidak menaruh curiga kepada pengedara motor itu. “Ada orang boncengan naik motor tapi kita nggak curiga kalo dia buang sesuatu” kata seorang warga. Di duga sebelum di mutilasi tengkorak tersebut di hantam dengan benda tumpul, terlihat di atas kepala seperti retak. Ratusan warga yang ingin menyaksikan kejadian itu menutup hidung, sebab tengkorak kepala itu mengeluarkan bau busuk.
Tim identifikasi dari Polresta Kabupaten Bekasi yang datang ke lokasi, langsung melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sementara Kapolsek Babelan AKP Badari, SH ketika di mintai oleh wartawan tentang penemuan tengkorak mengatakan “Usia tengkorak di perkirakan berusia dua sampai tiga tahun” kata badari. 
Sementara itu Polsek Babelan hingga saat ini belum mendapat laporan dari warga, bahwa ada anggota keluarganya yang hilang. Ketika ditanya mengenai anggota tubuh lainnya, kapolsek mengatakan. “Anggota saya sudah menyisir lokasi sekitar, namun tidak di temukan anggota tubuh lainnya” tegas badari. (BPH)



Pelaku Penipuan Kendaraan Bermotor diTangkap Polisi


Kota Bekasi- AD 30 tahun akhirnya ditangkap jajaran Polsek Medan Satria Kota Bekasi Jawa Barat di jalan kalibaru Kota Bekasi karena diduga melakukan penipuan kendaraan bermotor terhadap korbannya bernama Nuralfi 22 tahun warga Kaliabang Rorotan Bekasi.
"Modus yang dilakukan pelaku terbilang unik dengan berpura-pura akrab dengan korban dan meminjam motor korban, namun tidak dikembalikan lagi." ujar Kanitreskrim Polsek Medan Satria Kota Bekasi, Ipda Acu Sumarno kepada info Indonesia jum'at 28/1/2011.

Dijelaskan Acu, pelaku sering memanfaatkan calon korban yang rata-rata adalah wanita dan aksi ini merupakan yang ketiga kalinya, dimana pelaku dan korban berkenalan di tempat biliard plaza taman harapan baru Kota Bekasi dan keduanya pun akrab seperti layaknya orang pacaran.
"Sebelumnya pelaku beraksi di daerah koja Jakarta Utara, cilincing dan terakhir di Bekasi." Katanya
Ketika ditangkap, menurut Acu pelaku tengah menawarkan motor korbannya itu kepada siapa saja, namun di jalan baru Kota Bekasi ada seseorang yang mengenali motor tersebut dan langsung meghubungi korban, sehingga diteruskan ke polsek Medan Satria Kota Bekasi. 

" motor tersebut bermerek yamaha jupiter Z dengan nomer polisi B 6841 KRB." terang Acu

Sementara itu, korban Nuralfi menuturkan bahwa dirnya tidak menyangka berkenalan dengan pelaku yang pada awalnya cukup baik terlebih sering membelikan makanan untuk dirinya, apalagi pelaku yang baru dikenalnya tiga hari tidak menunjukkan gelagat yang mencurigakan.

" saya percaya aja mas dengannya, karena pada saat meminjam motor waktu kenalan pertama saya diajak ke rumahnya di bilangan wisma asri Kota Bekasi, namun kenyataannya rumah itu bukan rumah sebenarnya melainkan hanya pura-pura saja." keluh Nur dalam hati merasa dibohongi.
Masih menurut Nur, setelah pelaku membawa motornya dan mulai adanya kecurigaan, korban berusaha menghubungi telepon genggam pelaku, namun berulang-kali di bel tidak diangkat hingga dimatikan oleh pelaku, sehingga korban pun panik lantaran takut ditegur oleh orangtuanya dan memutuskan untuk tinggal di rumah temannya.
"Saya takut mas kena marah sama bapa, apa boleh buat dan ini mungkin pelajaran berharga buat saya." jelas Nur pekerja freelance biliar taman harapan baru Kota Bekasi

Dalam kasus ini, Acu menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dengan orang yang baru dikenalnya mengingat di wilayah medan satria Kota Bekasi yang berbatasan dengan Jakarta Timur terbilang cukup rawan, sehingga kewaspadaan masyarakat cukup diperlukan guna mengantisipsi tindakan kejahatan.
Untuk pelaku telah dijerat pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penipuan dengn ancaman maksimal 4 tahun penjara.[]CHO


Curanmor Kawanan Lampung di Tembak Polisi


 Kabupaten Bekasi - Kawanan Pencurian yang biasa melakukan aksinya dengan mengunakan senjata api di tangkap petugas reserse Polsek Cikarang Pusat. Satu dari empat pelaku tertangkap polisi ketika sedang menjalankan aksinya.

Penangkapan tersebut terjadi pada hari kamis, (20/01), ketika polisi menerima laporan kehilangan sebuah sepeda motor yamaha mio B.6919.ZA, Yang di parkir di depan sebuah rumah makan di cikarang Baru Jababeka cikarang Pusat.

Polisi yang di sebar di beberapa titik melihat gerak-gerik mencurigakan empat orang dengan mengedarai dua sepeda motor, ketika salah satu pelaku hendak membawa kabur sepda motor curian, polisi berbaju preman segera menembak pelaku dengan di dahului tembakan peringatan.

" Pelaku kami tembak, karena hendak menembak anggota kami, " Ujar kasat reskrim Kompol Nurokhmat.

Satu pelaku yang tertangkap, Bagong alias Udin,24, mengaku sudah sepuluh kali melakukan pencurian di wilayah tambun, cikarang dan karawang. " Sudah saya jual ke Karawang pak motornya, " Ujar bagong yang beralamat di Desa tanjung Api, kecamatan Melinting Kabupaten Sukadana Lampung.

Tiga rekan Bagong yang di juluki kawanan Lampung tersebut masih buron yaitu : Syamsul alias Oplos, Amir, dan Agug Alias Wawan, ketiganya satu alamat dengan Bagong. Sedangkan senjata api Organik  yang di gunakan pelaku akan diuji balistik, terkait penembakan di tambun, sedangkan asal dari mana senjata api yang biasa di gunakan polisi bisa di tangan pelaku tersebut masih dalam penyelidikan.


Guru Agama Di Mutilasi


INDRAMAYU  –  Kamis dini hari (20/01), Penduduk Desa Gantar, Kecamatan Gantar Indramayu,  di hebohkan dengan penemuan sesosok mayat disemak-semak sebuah kebun kosong. Ketika di temukan kondisi mayat sudah membusuk, dengan tangan kiri putus serta luka sayatan benda tajam di leher yang nyaris putus.
Penemuan tersebut di ketahui seorang petani yang sedang berjalan, begitu melihat ada mayat di semak-semak, dia  segera memberitahukannya ke warga sekitar “ Saya kira itu bangkai binatang, ketika saya dekati, ternyata mayat “ Ujar petani yang tidak mau menyebutkan namanya tersebut.
Petugas kepolisian yang datang segera meng Identifikasi korban,  dan mengamankan tempat kejadian tersebut dengan garis polisi. Dari hasil olah TKP, mayat tersebut berhasil di Identifikasi. Korban ternyata bernama Khusni,35 Tahun. Yang berprofesi sebagai guru Agama di sebuah Yayasan Pendidikan Agama Islam desa Jatimulya, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.
Polisi menduga Korban di habisi dengan menggunakan senjata tajam sejenis Golok, sedangkan untuk siapa Pelaku dan motifnya masih dalam penyelidikan. Untuk kepentingan penyelidikan, mayat korban di bawa ke rumah sakit terdekat untuk di Outopsi. Kasusnya kini di tangani kepolisian Polres Indramayu. (SG)  


 

Info Indonesia Copyright © 2009-2011 sofyan is Designed by stringer